PROGRAM

/PROGRAM
PROGRAM 2017-12-01T12:08:17+00:00

PROGRAM KERJA ASOSIASI PRODI PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM (APPKI)
MASA BAKTI 2017-2021

Muqaddimah

Pendidikan nasional yang mengarah kepada lahirnya manusia yang berkarakter (beriman, bertakwa, berakhlak mulia) perlu terus menerus dikembangkan, diperkuat dan diperkaya dengan nilai-nilai budaya dan agama. Bangsa Indonesia yang meletakkan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila menunjukkan bahwa nilai-nilai ketuhanan seyogyanya menjadi acuan utama dalam mengembangkan berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam mengembangkan aspek pendidikan.

Dunia pendidikan dewasa ini dihadapkan kepada berbagai masalah sebagai akibat negatif dari perkembangan teknologi komunikasi dan persaingan global. Tantangan terbesar bagi pendidikan Indonesia adalah merendahnya nilai-nilai moral dan akhlak yang dibuktikan dengan naiknya pelanggaran moral, korupsi, dan kriminalitas lainnya. Karena itu, pendidikan karakter yang berbasis keagamaan menjadi sangat penting dan perlu digali dan diimplementasikan sehingga dapat memberikan jawaban secara nyata dalam memecahkan masalah bangsa ke depan.

Sekaitan dengan hal di atas, pendidikan berbasis nilai keislaman dapat memperkaya pendidikan nasional dalam mewujudkan manusia Pancasila. Upaya mengembangkan pendidikan keislaman di perguruan tinggi menjadi komitmen para akademisi muslim untuk menggali dan memperkaya pendidikan nasional.

Bukti komitmen tersebut telah dibuktikan dengan diselenggarakannya program studi keagamaan Islam pada beberapa perguruan tinggi yang bergabung dalam Asosiasi Prodi Pendidikan Keagamaan Islam (APPKI). APPKI telah meletakkan harapannya untuk bersama-sama mengembangkan bidang keagamaan Islam dan mengarahkan cita-citanya untuk menggali dan melahirkan konsep dan teorisasi yang berbasiskan al-Quran dan Hadits, serta mengimplementasikannya dalam segenap aspek kehidupan.

Menyadari sepenuhnya akan pentingnya pengembangan bidang keagamaan Islam maka diperlukan kerjasama yang sinergis pada berbagai perguruan tinggi untuk bersama-sama menyatukan pikiran dan langkah-langkah strategis melalui APPKI. Sinergitas itu ditunjukkan dalam menggarap pengembangan pendidikan yang dapat mewujudkan warga negara yang utuh sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 serta undang-undang pendidikan nasional yang harus diimplementasikan dalam pengamalan umat Islam di tanah air.

Analisis Faktor-faktor Strategis
1. Kekuatan

  • Terdapat Dosen Keagamaan Islam pada Perguruan Tinggi Umum
    Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Indonesia telah banyak mengangkat dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang dapat dijadikan modal untuk mendirikan Program Studi kegamaan Islam. Secara akademis pada umumnya mereka telah layak dengan ijazah S2 dan S3, bahkan sebagian memiliki kepangkatan guru besar. Pada program studi keagamaan Islam yang sudah ada, pada umumnya memiliki dosen yang cukup sehingga menjadi kekuatan untuk mengembangan program studi yang bersangkutan dan APPKI.
  • Adanya kesamaan visi di kalangan Program Studi Keagamaan Islam
    Program Studi Keagamaan Islam pada perguruan tinggi umum yang tergabung dalam APPKI telah memiliki kesamaan visi dan persepsi tentang perlu pengembangan studi keagamaan Islam pada PTU dan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan religiusitas kampus yang bersangkutan.
  • Adanya sumber daya organisasi pada Perguruan Tinggi Umum
    PTU adalah lembaga pendidikan yang didukung oleh sumber daya organisasi yang cukup. Baik dukungan sumber daya manusia (tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan), anggaran, sarana dan prasarana, serta sistem dan metode yang telah mapan. Hal ini menjadi kekuatan yang besar dalam pengembangan program studi keagamaan Islam yang tergabung dalam APKI dan menjadi modal dalam mengembangkan prodi tersebut.

2. Kelemahan

  • Belum sepenuhnya Dosen Keagamaan Islam masih belum diberdayakan
    Dosen program studi keagamaan Islam pada PTU belum sepenuhnya diberdayakan dalam rangka eksistensi dan peningkatan kualitas program studi yang bersangkutan. Karena itu upaya pemberdayaan dosen harus dapat menjadi prioritas dalam pengembangan prodi maupun APPKI.
  • Masih adanya kelemahan dalam pendirian Program Studi Keagamaan Islam
    Pembukaan program studi keagamaan Islam pada PTU masih memiliki kendala antara lain jumlah dosen yang masih terbatas, pemahaman pimpinan perguruan tinggi tentang bidang keagamaan Islam yang masih rendah.
  • Kurikulum anggota APPKI belum terkoordinasiAnggota APPKI yang sangat beragam memungkinkan terjadinya keragaman kurikulum. Hal itu memungkinkan terjadinya kesenjangan dalam merealisasikan visi dan misi keagamaan Islam pada PTU.

3. Peluang

  • Semangat masyarakat untuk masuk kepada program studi keagamaan Islam pada PTU meningkat
    Semangat keagamaan umat Islam saat ini mengalami peningkatan yang dibuktikan dengan meningkatnya animo masyarakat untuk masuk kepada program studi keagamaan Islam. Hal ini menjadi peluang yang besar untuk meningkatkan peran prodi keagamaan Islam pada kampus-kampus melalui APPKI.
  • Pemerintah membuka peluang kepada PTU untuk membuka dan mengembangkan Program Studi Keagamaan Islam.
    Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan sudah sangat kuat dalam memberikan pijakan hukum dalam pengembangan prodi keagamaan Islam. Karena itu APKI memiliki peluang yang besar untuk berkiprah dalam mendorong kemajuan prodi keagamaan Islam pada kampus-kampus PTU.
  • Kebutuhan besar terhadap guru agama Islam di sekolah dan dunia kerja lainnya
    APPKI dapat berperan dalam menyiapkan kekurangan guru agama di sekolah dan dunia kerja lainnya.
  • Kerja sama internasional terbuka lebar untuk pengembangan Program Studi Keagamaan Islam
    APPKI dapat berperan dalam menaungi program studi keagamaan Islam untuk menjalin kerja sama dengan berbagai asosiasi maupun perguruan tinggi di luar negeri. Akses itu merupakan alternatif yang baik dalam mengembangkan prodi keagamaan Islam.

4. Kendala

  • Prodi-prodi keagamaan Islam pada PTU belum banyak dikenal oleh masyarakat secara luas.
  • Kerja sama luar negeri memerlukan pendanaan.
  • Hubungan kerja sama yang terbuka dengan pihak luar negeri menyertakan pula hambatan yang cukup berarti yakni terbatasnya pendanaan sehingga diperlukan diversifikasi sumber-sumber pendanaan yang dimiliki APPKI maupun prodi keagamaan Islam.
  • Sistem rekrutmen mahasiswa baru yang ada (SNMPTN, SBMPTN) kurang menunjang untuk menyeleksi mahasiswa yang diharapkan.
  • Tidak semua pimpinan PTU memberikan dukungan terhadap pembentukkan program studi keagamaan Islam.

Program
1. Meningkatkan profesionalisme dosen keagamaan Islam pada Perguruan Tinggi Umum (PTU)
2. Menerbitkan jurnal terakreditasi Dikti
3. Mengadvokasi Perguruan Tinggi Umum yang akan mendirikan program studi keagamaan Islam
4. Pembinaan terhadap program studi keagamaan Islam pada Perguruan Tinggi Umum
5. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersama
6. Menjalin kerja sama dengan dunia kerja
7. Mengadakan studi banding ke perguruan tinggi di luar negeri
8. Menyelenggarakan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri
9. Membuat standarisasi kurikulum dan standar minimal kompetensi dasar lulusan program studi keagamaan Islam
10. Mengadakan olimpiade bidang ilmu-ilmu keagamaan Islam
11. Mengadakan pertukaran mahasiswa dan dosen anggota APPKI
12. Menuntut hak penelitian bagi asosiasi kepada Ristekdikti dan Kemenag